Mengejar

(v) berusaha keras hendak mencapai (mendapatkan dan sebagainya); menginginkan dengan sungguh-sungguh.

Boleh ku tanya satu hal kepada mu? Kau sebenarnya tau kan bahwa aku menyukai mu? lantas kenapa kau menganggap semuanya tidak terjadi apa-apa?
Sebegitu senangkah kamu dikejar? Dibuatkan kalimat-kalimat manis bertema puisi? Dieluh-eluhkan agar jangan pergi?

Kau memang tak menunjukan ketidaksukaan mu padaku namun tidak juga menunjukan sikap sukamu padaku, mau mu apa? Tahukah kamu, disetiap detik yang berimajinasi ada detak dalam hati yang membawa tanya kepada ku, “Apakah aku harus menunggu?”

Didalam penantianku aku menggerutu agar melupakan mu tapi aku tak mampu, kau terlalu indah untuk tak dikenang.

Malam yang dihiasi para kunang tertawa melihatku, pria yang malang, bahkan binatang seperti nya lebih bersinar daripada diriku yang dihati seorang gadis dambaannya cahayanya redup bak lampu mobil kehausan aki.

Memang sudah sepatutnya kita, bukan. Memang sudah sepatutnya aku bangun dari delusi tentang kau yang masuk kedalam mimpiku. Bahkan di dalam imaji, aku lebih memilih tak bangun agar tetap melihatmu meski dalam mimpi.

Terimakasih telah membaca ku. Kalimat pertama ku tentang dirimu, kalimat tengah ku tentang dirimu, kalimat terakhir ku tentang dirimu. Seluruh cerita hidupku adalah tentang dirimu maka dengan ini aku membenci tanda titik pertanda sebuah kisah akan selesai. Aku akan mencintaimu meski kau akhirnya hanya mempermainkan ku.

5/10/2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s