Hai.

Ketika gue duduk menunggu dosen datang mengajar, tiba-tiba dosen masuk ke kelas dengan langsung menyebut nama seseorang. Kita sebut saja anu.

‘Ada yang namanya anu?’ Katanya.

Sontak, satu kelas langsung mencurahkan pandangan kami kearah teman yang namanya disebut tadi bergantian melihat ke arah dosen.

‘I-iya, bu, saya.’ Jawab si anu sambil mengangkat tangannya.

‘Kamu ada salah engga, sama Ibu?’ tanya si dosen seperti mengintimidasi. Si anu diam saja. Sang dosen berkata lagi, ‘Berdiri kamu!’.

Si anu masih diam saja.

‘Kamu itu sudah mencontek ketika ujian seharusnya meminta maaf, datangi saya, jangan diam saja. Saya sebagai dosen punya tanggung jawab bla bla bla bla..’ hampir sekitar lima belas menit dosen gue itu mengomel dan menurut gue menunjukan segala kejelekan-kejelekan temen gue itu.

Jujur, gue engga tau persis apa yang terjadi antara mereka berdua yang pasti jika dengan cara menyuruh dia berdiri lalu dia di buka kan aib nya di depan mata temen-temennya yang berada di dalam satu kelas full, gue pikir itu bukanlah hal yang bagus untuk di pertontonkan.

Apalagi dia adalah seorang dosen yang seharusnya lebih mengerti apa yang disebut dengan menegur dengan cara yang baik. Ditambah lagi kampus gue yang berbasis agama, seharusnya dia (dosen) mengerti dan paham akan hal ini.

Gue tidak mencoba membenarkan apa yang temen gue lakukan, mencontek adalah hal yang tidak baik. Tapi cara si dosen menegur itu lho yang buat gue sedikit ngerasa “kok gitu sih caranya? Engga ada cara lain?” seperti timbul pertanyaan-pertanyaan yang seharus nya engga perlu ada karena kapasitas tuh dosen sudah mumpuni dan maaf, sudah berumur juga pasti pengalaman nya sudah banyak.

Gue berdamai dengan diri gue sendiri dengan stay positive mungkin memang tuh dosen tidak mengerti seharusnya menegur itu seperti apa, jadi akan gue kasih tau kalau dia baca tulisan gue ini.

Menurut situs dalamislam.com ada lima belas cara menegur yang baik, gue akan kasih tau judul besarnya saja sambil berharap siapapun membaca tulisan ini mengerti akan apa yang di maksud, jika belum silahkan teman-teman langsung kunjungi saja website nya.

  1. Menegur dengan cra yang santun.
  2. Tidak bermaksud menggurui.
  3. Tidak menggunakan nada tinggi.
  4. Jangan menunjuk-nunjukkan jari saat anda menegur.
  5. Tidak memaksakan kehendak.
  6. Lihat situasi dan kondisi.
  7. Jangan membuat sakit hati orang yang anda tegur.
  8. Fokus terhadap persoalan yang tengah dihadapi saja.
  9. Mendengarkan semua pembelaan dan penjelasan setelah anda menegur.
  10. Tidak berkata kasar.
  11. Mengharapkan ridha dari Allah SWT
  12. Tidak ada niat untuk mempermalukan orang yang anda tegur.
  13. Sebisa mungkin menasehati secara rahasia.
  14. Mencari waktu yang tepat.
  15. Mendoakannya dengan sungguh-sungguh.

Itu lima belas bagaimana seharusnya cara kita menegur yang baik, bukan maksud hati ingin mempermalukan kedua belah pihak, baik itu temen gue ataupun si dosen, gue sih berharapnya ini menjadi bahan pembelajaran buat kita termasuk gue agar selalu senantiasa menjaga perasaan orang-orang yang ada di sekitar kita. Bisa jadi, orang yang hari ini kita sakiti hatinya menjadi orang yang kita mintai pertolongan suatu saat nanti. Bye..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s