Dua prajurit kerajaan JLBPJIHSMNL

Gue jelaskan kondisinya, gue dan Muel adalah prajurit salah satu kerajaan domisili dunia bagian utara. Gue ditugaskan mengantarkan barang penting ke kerajaan bagian selatan (bukan kitab suci lho) dan waktu yang diberikan kepada kami hanya dua hari saja.

Nama kerajaan yang menugaskan gue adalah kerajaan Jangan lihat bulan purnama jika ingin hidup seperti manusia normal lainnya, atau disingkat Kerajaan JLBPJIHSMNL. Sesuai dengan nama kerajaan gue JLBPJIHSMNL, kami para penduduknya dikutuk oleh dewa menjadi penduduk yang selamanya tidak boleh melihat bulan purnama. Jika, ada dari kami yang sengaja atau tidak sengaja melihat bulan purnama akibatnya adalah orang yang melihat purnama tersebut akan berubah menjadi sesuatu, entah itu menjadi werewolf atau menjadi pemeran GGS (sinetron alay itu lho), tidak ada yang tau.

Muel adalah sahabat akrab gue dari awal gue mencalonkan diri hingga sekarang kami berdua menjadi prajurit yang di percaya oleh kerajaan untuk melakukan tugas-tugas penting. Tidak banyak yang bisa gue jelaskan tentang si Muel ini karena memang dia orangnya sangat pendiam. Tapi di balik diamnya Muel adalah sosok yang sangat perduli sama gue….. bahkan terlalu sangat perduli, gue ingat sewaktu habis pulang dari medan perang tangan kiri gue terluka dia datang ke rumah gue malam-malam.

‘Lo ngapain datang ke rumah gue?’

‘Enggak ada apa-apa’ kata dia ringan.

‘Jujur jangan bohong!’

Gue takut kalo lo pengen pup enggak bisa cebok’

Iye kali gue di cebokin sama lo!!!’

Bertambah satu hal yang gue tau, selain sifat pendiam dan perduli ada sifat bego terselip di diri Muel.

Singkat cerita, gue dan Muel berada di tengah perjalanan menuju kerajaan yang kami tuju, terlihat matahari mulai berwarna jingga, itu tandanya gue harus berteduh ke tempat dimana kami tidak akan melihat bulan. Kenapa? Karena kata tabib sebelum gue dan Muel pergi kalo malam ini tuh bulan purnama akan muncul. Sepanjang gue menoleh ke kiri lalu ke kanan… ke kiri lagi, yang gue lihat hanya pohon-pohon besar jangkung dan kekar. Muel menepuk pundak gue, ‘Disana ada goa’ katanya datar, gue mengangguk. Sekarang disinilah kami didalam goa, ada gue, ada Muel dan ada banyak nyamuk disini.

Selama gue menjadi prajurit, baik gue ataupun Muel tidak pernah sekalipun gagal dalam bertugas. Kami selalu mencapai target yang diberikan Raja kepada kami, makanya malam ini adalah malam yang paling membuat kami dilema….

Bersambung…..                               

Iklan

Satu respons untuk “Dua prajurit kerajaan JLBPJIHSMNL

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: