Gue suka sama lo mel (4/4)

Baca sebelumnya disini.

“OKE kalo itu mau lo, gue akan pergi dari kehidupan lo biar gadak orang yang selalu minta tolong sama lo dan nyusahin lo lagi, PUAS” kata didi meninggalkan gue…..lalu balik lagi “tapi sebelum gue pergi, gue nebeng sampai terminal duit gue ga cukup, cukupnya cuma naik angkot sekali”

Hari itu adalah hari terakhir gue membonceng didi.

Berminggu2 berlalu didi sama sekali belum ada kabarnya apakah dia masih hidup atau enggek. Gue menyesal apa yang udah terjadi antara gue dan didi. Gue tersadar kembali kalo gue adalah orang yang susah mendapatkan teman tapi kenapa pas gue udah punya teman yang baik sama gue justru malah menghancurkan pertemanan gue. Gue kemudian mencari informasi tentang didi lewat facebook, begitu gue liat branda facebook gue bukan informasi didi yang gue dapat justru informasi tentang melmel lah yang gue dapat. Dalam statusnya di bilang.

“Emang ya semua cowok itu sama aja BAJINGAN. Trima kasih untuk waktunya selama ini, semoga keputusan gue mutusin lo adalah yang terbaik.”

Melihat kesempatan ini gue langsung datang ke rumah didi.

“di diman lo di, gue ada berita baik nih buat lo. Melmel udah putus sama si cowok gondrong bermuka seram” gue berhenti sejenak dan menatap pintu rumah didi yang letaknya bersebelahan dengan kosan gue. Arah pegangan pintu berubah tanda akan seseorang akan keluar, didi datang ke arah gue “yammmm mending lo masuk dulu deh gue mau ngomong sesuatu sama lo”

Gue masuk perlahan lalu duduk di ruang tamu didi membuka pembicaraan.

“yammmm gue udah nyerah” kata didi lemas

“elo HAMIL di, yaampun kemarin soal cowok bisa hamil itu gue bercanda di” gue panik kebohongan gue jadi kenyataan.

“bukan goblok, gue sekarang sadar melmel bukanlah segalanya. Seandainya pun gue mencoba deketin dia lagi sekarang masih ada kemungkinan bahwa gue bakal ditolak. Lagipula, menurut gue pacar bukanlah segalanya….” sebelum didi menyelesaikan kata2nya gue memotong omongannya “weit2 di, lo gak mencoba nembak gue kan? Tiba2 aura disini berubah loh” gue sambil mengangkat kemoceng yang ada di samping gue jadi seandainya didi menggrepe gue, gue ada senjata buat bersihin otak dia.

“lo gila ya, ya enggak lah seandainya gue kayak gitu pun gue gakan mau sama lo” kata didi sedikit tertawa.

“jadi gimana soal melmel?” tanya gue serius

“yaudah lupain aja kan sekarang gue ada lo” kata didi memberikan stik ps buat gue.

Gue masih belum tau apa yang akan didi lakukan selanjutnya, yang pasti apapun itu gue akan mencoba menuliskan dan membeberkan ke kalian suatu saat nanti.

TAMAT.

Tunjukan apresiasi kalian agar gue terus menulis di blog ini dengan like, komen, and follow. Thanks

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: