Waktu gue masih SMA, di kelas terdapat cowok idaman setiap wanita namanya Andre. Badannya tinggi, wajahnya ganteng, rambut kekinian, dan kalo jalan wangi nya tercium dimana-mana. Berbeda dengan gue yang cebol, muka pas-pasan, dompet pas-pasan, dan kalo jalan yang tercium dari gue adalah wangi pembuangan sampah manggarai.

Andre adalah seorang playboy, dia punya pacar dimana-mana: di kampus, pacarnya adalah cewek paling cakep di kelas, di organisasi pacarnya adalah sekretaris bohai di organisasi tersebut, di kosan hm…… setau gue dia tinggal di kosan khusus cowok, jadi, kalo dia punya pacar disana, pasti pilihannya adalah ibu-ibu yang jaga kosan atau dia penyuka sesama jenis.

Gue juga punya yang kayak gitu, tapi bukan pacar tapi lebih ke gebetan, gue nganggapnya gitu sih. Gatau deh mereka nganggap gue apa, gebetan juga kah atau mereka berpikir gue adalah jenglot yang tertukar.

Tapi gue punya satu incaran wanita yang gue ga pengen Andre kenal, karna dia pasti akan coba dekati. Dia adalah Widya, cewek kelas sebelah yang pendiam dengan mata lentik dan kulit bersinar.

Sebenarnya hubungan antara gue dan Andre tidak terlalu dekat, tapi bukan berarti gue musuhan sama dia, bukan. Ketika di kelas, gue adalah orang yang duduk dibarisan depan kelas, sedangkan Andre adalah tipe orang yang lebih suka duduk dibelakang.

Menurut gue duduk dibarisan tertentu bisa mengetahui apa niat orang itu datang ke sekolah: kalo dia duduk depan, ada kemungkinan dia berniat untuk belajar dan khusus buat gue agar dapat contekan saat di kasih tugas. Kalo dia duduk ditengah, ada kemungkinan dia berniat setengah belajar dan setengah lagi bermain game. Dan untuk yang duduk dibelakang kemungkinan, khusus cewek adalah menempelkan tepung ke muka mereka, sedangkan yang cowok sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing, ada yang main catur, main poker, atau ada yang mau membangun meikrata.

Andre yang waktu itu kebetulan duduk dibelakang gue tiba-tiba nanya.

‘yammmm, lo kenal widya ga?’

‘Widya kelas sebelah?’ tanya gue balik, sambil panik, kok bisa Andre bisa kenal sama Widya.

Andre jawab ‘Ngga gue nanya aja, gue balik duluan ya.’

Satu-satunya cewek yang gue gak pengen Andre kenal, bisa-bisanya dia kenal begitu cepat. Widya adalah cewek baik-baik dan gue gamau dia hanya jadi korban ke-playboyan si Andre.

Gue pengen Andre gak pacaran dengan Widya, tapi di dalam hati gue terbesit ‘kalo widya nya yang mau gimana?’, gimana kalau apa yang gue lakuin ke Widya nantinya malah bertepuk sebelah tangan dan Widya lebih memilih bersama Andre lalu diputuskan beberapa minggu kemudian.

Oh iya, selain anak SMA, dirumah, gue sering bantu-bantu usaha katering Bunda. Berkedok ingin membantu, tapi berniat agar dapat uang jajan lebih. Bunda tak mempermasalah hal itu, tapi dia selalu mempersalahkan dan mengintrogasi ketika gue terlihat ada sesuatu yang dipikirkan.

‘kamu jatuh cinta yaa?’ kata Bunda mengejutkan gue.

‘Eng….enggak, biasa aja,’ gue jawab seadanya agar terlihat natural.

Bunda langsung bilang ‘Mata kamu yammmm, Bunda bisa lihat, kamu punya masalah, ayo sekarang kamu ngomong atau keluar dari rumah.’ Kata-kata terakhirnya sungguh membuat gue terkejut.

Inilah alasan kenapa gue pengen cepat-cepat punya anak, agar bisa kepoin anak dengan cara “kamu ngomong seka3rang, atau keluar dari rumah.”

‘Iya, jadi gini Bun, di sekolah ada cewek namanya Widya, ada juga cowok yang namanya Andre, Andre adalah seorang playboy, ayammmm gak mau Widya jadi korban si Andre tapi ayammmm bingung apakah widya mau dibantu apa enggak. Gitu’ kata gue menjelaskan setelah mendengar kata-kata ‘kamu ngomong atau keluar dari rumah’.

‘Hmm…’ Terlihat Bunda memikirkan sesuatu. Walaupun Bunda kelihatan hanya mau kepoin gue dan main-main, tapi sebenarnya gue yakin kalau Bunda adalah pemecah setiap masalah yang gue alami.

‘Masalah kamu hampir sama ketika Bunda memulai usaha katering ini. Dulu, Bunda hanyalah seorang ibu rumah tangga, Bunda bingung harus memulai usaha katering ini darimana. Tapi ada satu hal yang Bunda sadari waktu itu, kalau Bunda diam saja mungkin katering ini takkan ada, Bunda baru tau katering ini ternyata menguntungkan setelah Bunda melakukannya, jadi yang harus kamu lakukan adalah, lakukan sekarang dan lihat hasilnya nanti.’

Bersambung baca kelanjutannya disini.

Iklan

7 tanggapan untuk “Jomblo vs playboy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s